Wok Cooking

Usaha Mi Tek-Tek Makin Sedap, Bumbu Coaching dan Modal BRI

Sebenarnya alasan saya memilih kuliah konsentrasi kewirausahaan adalah karena saya sangat suka berdagang. Saya terlahir di keluarga yang kebanyakan berbisnis dan berdagang, mungkin hal tersebut juga sedikit berpengaruh.

Di awal pandemi ini, saat segalanya serba online, saya memiliki banyak waktu untuk diam di rumah.  Untuk tetap produktif dan tentu mendapatkan penghasilan tambahan, saya dan anggota keluarga yang lain mulai membuka bisnis kecil-kecilan atau bisa juga disebut dengan UMKM.

Berawal dari Ketidakpuasan

Kami membuka tempat makan kecil-kecilan, berjualan “mi tek-tek” Jawa yang dimasak menggunakan anglo dan arang. Alasan awal kami memilih usaha ini adalah karena di daerah tempat tinggal saya, ada yang berjualan produk serupa dan sangat diminati masyarakat. Namun menurut saya dan keluarga, rasa dari produk yang mereka jual tidak terlalu cocok di lidah kami.

Lalu tanpa pikir panjang, kami sekeluarga langsung pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan dan barang yang dibutuhkan.

Kemudian kami mencari penjual mi homemade tanpa pengawet yang sesuai dengan keinginan kami. Buat saya ini adalah pengalaman pertama berjualan yang benar-benar kami masak dari awal. Sangat seru dan menarik, apalagi saat berbelanja perabotan untuk berjualan.

Lalu selain kami berjualan di depan rumah dan bisa juga untuk makan di tempat, kami mendaftarkannya juga di layanan ojek online GrabFood dan GoFood. Layanan ojek online tersebut membuat omzet penjualan kami mengalami peningkatan.

Di bulan-bulan pertama kami menemukan struggle setelah keluarga, sanak saudara, dan teman yang menjadi pelanggan utama sudah habis. Pasti yang selanjutnya adalah sepi pengunjung. Hal ini kami rasakan di awal-awal kami merintis bisnis ini.

Rata-rata per hari kami mampu menjual sebanyak 20 porsi, dengan berjualan dari pukul 17.00 sampai 23.00. Di akhir tahun 2020 kami sempat cuti berjualan karena rumah tempat kami berjualan sedang direnovasi untuk satu bulan ke depan. Di saat tersebut kami melihat teman-teman yang bertanya dan ingin pesan, juga banyak pelanggan yang tidak kami kenal datang ke rumah untuk membeli. Dari situ kami sekeluarga melihat bahwa ternyata bisnis ini sudah memiliki banyak pelanggan setia.

Ekspansi Permodalan

Pada awal tahun 2021 kami sekeluarga mengajukan pinjaman UMKM ke BRI untuk tambahan modal perluasan bisnis ini. Puji Tuhan permohonan kami dikabulkan oleh pihak bank. Hingga hari ini bisnis kami terus berkembang dan memiliki pelanggan setia baru.

Dalam bisnis ini, saya banyak menerapkan ilmu kewirausahaan yang saya dapatkan di kelas. Saya sempat mencoba-coba melakukan coaching terhadap papa dan mama saya beberapa waktu lalu. Mereka merasa dengan proses coaching tersebut, mereka jadi mengetahui apa saja kekurangan dari bisnis ini dan langkah apa saja yang harus diambil selanjutnya.

Resep Paling Penting

Selain proses coaching, saya juga melakukan pengamatan dengan melihat apakah ada pesaing sejenis atau tidak. Saya juga melakukan pengamatan harga yang cenderung tidak stabil. Saya juga sering melakukan konsultasi dan sharing bersama teman-teman yang sedang merintis bisnisnya. Hal tersebut membuat saya mendapatkan insight dari hasil bertukar pikiran.

Akhir kata, jika teman-teman semua ingin membuat bisnis, hal pertama yang harus siap dan harus dimiliki adalah niat. Walaupun kita memiliki banyak modal, tetapi tanpa niat, semuanya adalah sia-sia.


(Audrey Gabrielle)

gambar ilustrasi atas: Wok to Walk International

bisnis khusus
5 bintang | 1 pendukung