Multidimensional

Umat Manusia


Menurut penelitian, spesies manusia, Homo sapiens, diyakini telah ada sejak sekitar 300 ribu tahun yang lalu, berdasarkan bukti fosil tertua yang ditemukan. Fosil-fosil tertua Homo sapiens ditemukan di situs arkeologi di Afrika, Omo Kibish di Ethiopia, dan Jebel Irhoud di Maroko. Namun, diperkirakan bahwa nenek moyang manusia modern telah ada sejak sekitar 2-3 juta tahun yang lalu, berdasarkan bukti fosil dari spesies Homo lainnya seperti Homo habilis dan Homo erectus.

Hominin (kelompok primata yang mencakup nenek moyang manusia dan kerabatnya) telah mengalami evolusi selama jutaan tahun. Homo erectus disimpulkan mulai “berpikir” atau memiliki kemampuan kognitif, dengan adanya temuan bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa Homo erectus telah menggunakan alat-alat batu, menggunakan api, dan mungkin telah memiliki beberapa bentuk sosialisasi.

Hal ini diindikasikan alat-alat batu yang canggih dan bukti penggunaan api yang menunjukkan bahwa perkembangan alat-alat dan perilaku kompleks ini menunjukkan mereka telah memiliki kemampuan kognitif yang lebih maju daripada spesies hominin sebelumnya.

Manusia sebagai mahluk dengan keunggulan kesadaran mampu memetakan keberadaan dirinya dan kehidupan di sekitarnya sehingga ia dapat mengerti dan memahami kelebihan dan keterbatasannya. Keilmuan dan kecerdasan yang ditemukan oleh manusia menjadikan manusia lain turut mendapat manfaat dalam menjalani hidupnya sehingga kebudayaan manusia berkembang pesat.


Perjalanan ke luar angkasa


Umat manusia terus bereksplorasi tentang ruang angkasa. Suatu hari kelak manusia dari kalangan umum pun dapat melakukan perjalanan ke luar angkasa karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini manusia baru mengirimkan misi tanpa orang ke ruang angkasa menuju berbagai planet, bulan, dan benda langit lainnya di tata surya.

Manusia terus mengembangkan teknologi dan sudah berencana untuk misi ke luar angkasa yang makin jauh, termasuk ke Mars dan mungkin lebih jauh lagi. Dengan kemajuan teknologi, misi manusia ke luar angkasa menjadi mungkin meskipun masih ada banyak tantangan teknis dan logistik yang harus diatasi.

Beberapa organisasi seperti NASA dan SpaceX telah memiliki rencana dan proyek untuk mewujudkan misi manusia ke Mars dan penjelajahan luar angkasa yang lebih jauh di masa depan. Jadi, konsep bahwa manusia suatu hari bisa melakukan perjalanan ke luar angkasa, termasuk ke bintang-bintang dan sistem bintang lainnya, adalah ide yang relevan dengan penelitian dan eksplorasi ilmiah yang sedang berlangsung.

Barangkali perjalanan roh manusia ke luar angkasa secara spiritual sudah pernah dialami dalam alam astral, menurut mereka yang melakukan meditasi. Mungkin merupakan hal yang awalnya jadi harapan, tetapi setelah itu terjadi, maka menjadi hal yang biasa.

Oleh karena itu, dengan semakin kayanya pengetahuan, mereka menciptakan segala sesuatu yang kiranya dapat meraih keinginan manusia, termasuk hendak mengetahui angkasa yang masih menantikan manusia bumi untuk terus mengeksplorasi, menjangkau jarak yang tak terbatas.

Para penganut yang menekuni meditasi menemukan alam roh pada suatu dimensi yang memiliki tingkatan tahap demi tahap dan memuncak pada dimensi tertinggi, yakni suatu keberadaan seluruh roh yang dipersatukan dalam kebersamaan keabadian.

Pangkal kebahagiaan (Plato)

Buku lainnya oleh Gai Suhardja